PoJok CeRia

Hanya satu mulut saja…

by tile on Feb.09, 2009, under Life

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mungkin kita sering dengar pertanyaan tentang mengapa Alloh menciptakan 2 telinga dan hanya 1 mulut. Dan sebagian dari kita pun tahu jawabannya adalah, supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Entah darimana muncul pertanyaan dan jawaban seperti ini, akan tetapi klo kita telaah lebih dalam ada hikmah yang dapat kita petik.

Memang kita sebagai manusia kadang lebih banyak berbicara daripada mendengar, mungkin analogi lainnya adalah, kita tidak peka dengan keadaan sekitar(mendengar), karena sibuk memikirkan tentang diri kita (berbicara). Kenapa gw analogikan memikirkan diri kita sebagai berbicara? Karena biasanya saat kita berbicara, kita akan menyampaikan apayang ada di dalam diri kita, dengan kata lain kita memikirkan tentang diri kita sendiri.

Beberapa hari yang lalu terlintas di benak gw suatu pertanyaan. Kenapa Tuhan menciptakan 2 telinga, 2 mata, 2 lubang hidung, akan tetapi hanya 1 mulut. Dan jawaban terpikirkan pada saat itu seperti ini :
- Kita memiliki 2 mata, karena kadang kita bisa melihat yang baik dan yang buruk.

- Kita memiliki 2 telinga, karena kadang kita bisa mendengar yang baik dan yang buruk.

- Kita memiliki 2 lubang hidung, karena kadang kita bisa mencium bau yang baik dan busuk.

- Akan tetapi kita hanya memiliki 1 mulut, karena mungkin Alloh hanya menghendaki hanya yang baiklah yang keluardari mulut kita ini.

Mungkin jawaban ini tidak 100 persen tepat, akan tetapi menurut gw cukup masuk akal. Mata, telinga, dan hidung adalah organ inputan, tempat masuknya informasi ke dalam tubuh kita. Sedangkan mulut didalam jawaban ini dianalogikan sebagai tempat keluarnya sesuatu yang berasal dari diri kita, yakni semua perkataan kita (meski mulut juga tentunya sebagai alat untuk masuknya makanan, namun bukan ini yang sedang kita bahas). Inputan bisa buruk, akan tetapi semua yang berasal dari kita haruslah baik. Namun tentunya sebaiknya apapun yang kita lihat, dengar, cium, dan ucapkan tentunya harus merupakan yang baik. Karena itulah fitrahnya organ-organ yang diciptakan oleh Alloh tersebut.

Adalagi pendapat dari teman gw  tentang pertanyaan ini. Menurut dia, mulut hanya 1, karena mulut adalah sumber malapetaka, makanya cukup 1 saja.
- kulit tergores seminggu bisa sembuh.
- sebulan hilang bekas.

- tapi kalau hati yang tergores, mungkin bisa sembuh.
- tetapi pasti akan membekas.

Istilah kerennya : “Forgiven but not Forgotten”

Lidah memang lebih tajam dari pedang, makanya hati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Hal ini tentunya bisa jadi pembelajaran bagi diri gw, karena masih banyak sekali kekurangan yang gw lakukan dan gw rasa ud banyak orang yang sakit hatinya karena apa yang gw ucapkan, meski mungkin pada awalnya niat gw hanya untuk bercanda.

semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Share/Save/Bookmark

:
3 comments for this entry:
  1. cheta

    subhanallah…
    baru saja saya mengalami hal yang disinggung dalam tulisan anda.
    ketika saya sedang emosi, terlontar kata2 yang membuat teman saya membisu. kemudian saya menyadari, kalimat yang terucap kurang dari 1 detik itu menyinggung perasaannya. sulit rasanya mau mengucap maaf.
    mohon doanya semoga hubungan kami baik-baik saja.

    Salam kenal.

  2. tile

    Terima kasih telah berkunjung, alhamdulillah klo tulisan ini bermanfaat.
    Meski sulit, lebih baik meminta maaf daripada tidak sama sekali.
    Semoga berhasil ya…

  3. cha

    subhanaullah,
    ternyata demikian luarbiasanya Allah telah mengatur itu semua…

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...

Archives

All entries, chronologically...